PERENCANAAN KEBUTUHAN AIR UNTUK TANAMAN PADA SISTEM IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) DI DESA WIRO KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN

Rio, Restu Andika (2020) PERENCANAAN KEBUTUHAN AIR UNTUK TANAMAN PADA SISTEM IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) DI DESA WIRO KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN. Bachelor (S1) thesis, Universitas Widya Dharma Klaten.

[img] Text
Rio Fix.pdf

Download (1MB)

Abstract

Irigasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen atau sub- sistem yang saling mendukung dalam proses penyedian air untuk tanaman. Sistem irigasi tetes merupakan salah satu bentuk pemberian air pada tanaman melalui zona perakaran tanaman. Sistem irigasi tetes merupakan suatu sistem irigasi yang mempunyai prinsip aliran jaringan yang memanfaatkan gaya gravitasi. Tujuan dari penelitian adalah menghitung nilai evapotranspirasi aktual untuk tanaman di lokasi studi, merencanakan pola tanam yang cocok untuk dilaksanakan pada lokasi studi, menghitung kebutuhan air untuk tanaman yang sesuai dengan pola tanam yang direncanakan, menghitung nilai pengambilan air yang harus disediakan sesuai dengan pola tanam yang direncanakan. Penelitian ini dilakukan dalam 2 (dua) tahapan, yaitu : tahap pertama, observasi yapangan dengan rincian melakukan observasi lapangan, pemetaan lahan, pengukuran kontur tanah, dan pengumpulan data hujan. Tahap kedua, analisa dan simulasi data yaitu dengan melakukan pengolahan data hujan dari stasiun penakar hujan untuk memperoleh nilai hujan rencana periode ulang 2 tahun dan 5 tahun, perancangan pola tanam komoditi tanaman yang akan dibudidayakan, serta menghitung kebutuhan air tanaman, dan jumlah dan tandon air hujan. Nilai Evapotranspirasi aktual (ETa) tertinggi terjadi sebesar 7,62 mm/hari, terjadi pada puncak musim kering yaitu bulan September. Sedangkan nilai terendah Evapotranspirasi aktual (ETa) sebesar 3,34 mm/hari yang terjadi pada bulan Januari. Pola tanam yang direncanakan pada lokasi studi adalah buncis – bawang merah – bawang merah – buncis. Tanaman bawang merah mempunyai umur 70 hari sejak disemai benih sampai dengan panen, dan tanaman buncis mempunyai umur tanaman 75 hari sejak semai benih sampai dengan panen, dengan masa penyiapan lahan (MPL) direncanakan 15 sampai dengan 20 hari. Kebutuhan air pada tanaman (NFR) mempunyai nilai bervariatif, dengan nilai NFR tertinggi sebesar 7,62 mm/hari, yang terjadi pada puncak musim kering di bulan September. Musim kering diperkirakan terjadi selama 8 bulan, mulai bulan April sampai dengan bulan November. Penyediaan air untuk kebutuhan tanaman dilakukan pada musim basah yang diperkirakan terjadi selama 4 bulan, mulai bulan Desember sampai dengan Maret. Penyediaan air untuk kebutuhan air pada tanaman selama musim kering adalah sebesar 35.567,35 liter atau dibulatkan menjadi 36.000 liter yang ditampung dalam tabung reservoir dengan kapasitas 8.000 liter sebanyak 5 unit. Kata kunci : Evapotranspirasi, Irigasi Tetes, Kebutuhan air, Penyediaan air.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unwidha Perpustakaan Unwidha
Date Deposited: 25 Jun 2021 02:08
Last Modified: 25 Jun 2021 02:08
URI: http://repository.unwidha.ac.id/id/eprint/2325

Actions (login required)

View Item View Item