METAFORA PADA EMPAT PUISI KARYA NIRWAN DEWANTO DALAM BUKU KUMPULAN PUISI “BULI-BULI LIMA KAKI”: KAJIAN STILISTIKA

Muhamad, Mursyid Ashari (2015) METAFORA PADA EMPAT PUISI KARYA NIRWAN DEWANTO DALAM BUKU KUMPULAN PUISI “BULI-BULI LIMA KAKI”: KAJIAN STILISTIKA. Bachelor (S1) thesis, Universitas Widya Dharma.

[img] Text
Muhamad Mursyid Ashari.fix.pdf

Download (1MB)

Abstract

Muhamad Mursyid Ashari. 1111109157. 2015. Metafora Pada Empat Puisi Karya Nirwan Dewanto Dalam Buku Kumpulan Puisi “Buli-buli Lima Kaki”: Kajian Stilistika. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Dharma Klaten. Metafora merupakan bahasa kiasan yang memiliki elemen tenor (hal yang dibandingkan) dan vehicle (pembanding). Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni, 1) metafora apa sajakah yang terdapat pada empat puisi pilihan karya Nirwan Dewanto? 2) bagaimanakah fungsi metafora yang terdapat pada empat puisi pilihan karya Nirwan Dewanto? 3) bagaimanakah makna metafora yang terdapat pada empat puisi pilihan karya Nirwan Dewanto? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis metafora, fungsi metafora dan makna metafora pada empat puisi pilihan karya Nirwan Dewanto. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, bait, maupun baris yang mengandung metafora dalam puisi “Apel dan Roti”, “Langgam Merah-Biru”, “Telur Mata Sapi” dan “Jam Malam”. Sumber data pada penelitian ini adalah empat puisi pilihan karya Nirwan Dewanto yang terdapat pada kumpulan puisi Buli-Buli Lima Kaki, yaitu, “Apel dan Roti”, “Langgam Merah-Biru”, “Telur Mata Sapi” dan “Jam Malam”. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan kesimpulan sebagai berikut. Jenis-jenis metafora yang terdapat dalam empat puisi “Apel dan Roti”, “Langgam Merah-Biru”, “Telur Mata Sapi” dan “Jam Malam” adalah metafora kehewanan, metafora dari abstrak ke konkret, metafora antropomorfik, dan metafora sinestetik. Fungsi metafora pada empat puisi yang dianalisis tersebut, yaitu “Apel dan Roti”, “Langgam Merah-Biru”, “Telur Mata Sapi” dan “Jam Malam” adalah untuk mengaburkan maksud dan menegaskan maksud yang disampaikan oleh penyair, serta berfungsi untuk menghindari ketunggal-nadaan (monotonitas), mengatasi kekurangan atau keterbatasan leksikon, dan berfungsi ekspresif. Makna metafora yang terkandung dalam puisi “Apel dan Roti” adalah di dalam kehidupan selalu ada dua hal yang berbeda atau yang saling bertentangan yaitu kebaikan dan keburukan. Makna metafora yang terkandung dalam puisi “Langgam Merah-Biru” adalah bahwa perkara mengenai cinta sanggup memberikan perubahan bentuk sikap yang baik maupun buruk. Akan tetapi di dalamnya cinta selalu memberikan sebuah keindahan bagi para pecinta, khususnya bagi darah muda yang sedang mengalami puncak percintaan. Makna metafora yang terkandung dalam puisi “Telur Mata Sapi” adalah ilmu pengetahuan yang telah dicapai di dalam kehidupan dengan melewati segala ujian atau berbagai macam godaan yang menghadang. Barangsiapa yang mencari kebaikan, ia tidak akan pernah selesai dalam pencariannya karena sifat manusia yang selalu kurang puas dengan hasil yang didapatnya, seperti ilmu pengetahuan. Makna metafora yang terkandung dalam puisi “Jam Malam” adalah penyair akan merasa hidup jika karya-karyanya dibaca dan dapat dimaknai dengan sungguh- sungguh ide atau gagasan yang ingin disampaikannya kepada pembaca.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pend. Bahasa dan Satra Indonesia
Depositing User: Unwidha Perpustakaan Unwidha
Date Deposited: 13 Feb 2019 01:57
Last Modified: 13 Feb 2019 01:57
URI: http://repository.unwidha.ac.id/id/eprint/236

Actions (login required)

View Item View Item