EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG TIGA BESOLE JALAN SOLO – JOGJA, JALAN JOGJA – SOLO, JALAN CEPER – BESOLE, KEC. CEPER, KAB KLATEN

Aditya Much. Yoga Pratama (2022) EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG TIGA BESOLE JALAN SOLO – JOGJA, JALAN JOGJA – SOLO, JALAN CEPER – BESOLE, KEC. CEPER, KAB KLATEN. Bachelor (S1) thesis, Universitas Widya Dharma.

[img] Text
Aditya Fix.pdf

Download (6MB)

Abstract

Simpang tiga Besole merupakan simpang yang tidak bersinyal dan merupakan simpang tak bersinyal yang cukup padat di kabupaten Klaten. Simpang tiga Besole merupakan area kawasan perdagangan berupa kios/ toko toko kecil, rumah makan, masjid dan lokasi keluar masuknya kendaraan bermuatan berat dari arah pabrik tekstil daerah Ceper. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja simpang tiga Besole dengan menghitung derajat kejenuhan, kapasitas, tundaan dan panjang antrian. Dengan berpedoman pada beberapa kajian pustaka untuk mengerjakan penelitian ini, (Mataram, 2017) meneliti tentang Studi Simpang Bersinyal (Studi Kasus :Jalan Raya Uluwatu – Jalan Raya Kampus Unud) adalah salah satu contoh kajian pustaka yang digunakan, serta ada beberapa landasan teori yang digunakan berupa : Simpang bersinyal dapat dihitung dengan arus jenuh dasar, kapasitas dasar, faktor ukuran kota, faktor belok kiri dan kanan, kelandaian, parkir, tundaan, panjang antrian, derajat kejenuhan, rasio arus lalu lintas dan rasio fase, waktu siklus hijau dan waktu hilang. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode desktriptif kuantitatif. Mengumpulkan data volume kendaraan, dan data kondisi geometrik. Data-data yang diperoleh dapat dilakukan perhitungan volume (Q), kapasitas (C) dan derajat kejenuhan yang berpengaruh terhadap kinerja simpang tak bersinyal pada lokasi studi. Lokasi penelitian ini dilakukan di setiap kaki lengan persimpangan besole. Simpang Besole terdiri dari 3 kaki lengan simpang yaitu: Jalan Jogja – Solo, Jalan Solo – Jogja, dan Jalan Besole – Ceper. Langkah yang selanjutnya adalah denan mengevaluasi kinerja segmen simpang dengan melakukan beberapa alternatif perbaikan dengan melakukan perubahan dari simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal dengan pengaturan 3 fase, dan memperbaiki geomtrik jalan. Hasil analisa pada Evaluasi Kinerja Simpang Tak Bersinyal Simpang Tiga Besole Jalan Solo – Jogja, Jalan Jogja – Solo, Jalan Ceper – Besole, Kec. Ceper, Kab. Klaten didapatkan volume arus lalu lintas pada Jalan Solo – Jogja (Timur) sebesar 1031 smp/jam, Jalan Jogja – Solo (Barat) sebesar 938 smp/jam, Jalan Besole – Ceper (Selatan) sebesar 603 smp/jam. Dari hasil perhitungan pengaturan simpang tak bersinyal yang di rencanakan menjadi simpang bersinyal serta membuat pengaturan 3 fase didapat derajat kejenuhan DS = 0,94 (DS >0,75) dengan tundaan rata-rata 112,36 detik/smp. Dari perhitungan derajat kejenuhan ini, berarti bahwa simpang ini mendekati lewat jenuh, yang menyebabkan antrian panjang pada kondisi lalu lintas puncak. Dari hasil analisis menyatakan bahwa Simpang Tiga Besole, Ceper, Kabupaten Klaten telah layak menjadi simpang bersinyal jika menggunakan pengaturan 3 fase, karena hal ini bisa meningkatkan kapasitas simpang pada semua lengan sehingga bisa memperkecil nilai derajat kejenuhan pada simpang tersebut. Kata Kunci : Simpang Tak Bersinyal, MKJI 1997, Simpang Bersinyal.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unwidha Perpustakaan Unwidha
Date Deposited: 16 Sep 2022 02:20
Last Modified: 16 Sep 2022 02:20
URI: http://repository.unwidha.ac.id:880/id/eprint/3125

Actions (login required)

View Item View Item